Print Page Options
Previous Prev Day Next DayNext

Beginning

Read the Bible from start to finish, from Genesis to Revelation.
Duration: 365 days
Alkitab Mudah Dibaca (AMD)
Version
Kisah Para Rasul 14-15

Paulus dan Barnabas di kota Ikonium

14 Paulus dan Barnabas pergi ke kota Ikonium. Seperti yang terjadi di Antiokhia, mereka masuk ke rumah ibadah Yahudi dan berbicara dengan orang-orang di sana. Mereka berbicara dengan baik sehingga banyak orang Yahudi dan bukan Yahudi menjadi percaya. Tetapi beberapa orang Yahudi tidak percaya. Mereka menghasut orang bukan Yahudi sehingga mereka marah dan berbalik melawan orang percaya.[a]

Maka Paulus dan Barnabas menetap di kota Ikonium lama sekali, dan mereka terus berbicara dengan berani, bergantung pada pertolongan Tuhan. Mereka memberitakan kepada orang-orang tentang anugerah Allah. Tuhan mendukung pemberitaan mereka dengan berbagai keajaiban dan mujizat yang dilakukan mereka. Tetapi sebagian penduduk di kota Ikonium setuju dengan orang Yahudi yang tidak percaya pada Paulus dan Barnabas. Yang lainnya mengikuti kedua rasul itu. Jadi, kota itu terpecah-belah.

Beberapa orang bukan Yahudi bersama dengan orang Yahudi bersepakat untuk mencelakai Paulus dan Barnabas. Mereka ingin melempari kedua rasul itu dengan batu sampai mati. Mereka mendapat dukungan dari pemimpin di kota itu. Ketika Paulus dan Barnabas mengetahui rencana tersebut, mereka meninggalkan kota itu. Mereka pergi ke kota-kota di Likaonia, seperti Listra, Derbe, dan daerah-daerah di sekitarnya. Di sana mereka melanjutkan pemberitaan Kabar Baik.

Paulus di kota Listra dan Derbe

Di Listra, ada orang yang lemah kakinya. Ia lumpuh sejak lahir dan belum pernah berjalan. Ia sedang duduk dan mendengarkan Paulus berbicara. Paulus memperhatikan dan melihat bahwa orang itu mempunyai iman dan dapat disembuhkan. 10 Lalu Paulus berseru, “Berdirilah dengan kedua kakimu!” Orang itu melompat dan mulai berjalan ke sana kemari.

11 Ketika orang-orang melihat apa yang dilakukan Paulus, mereka berseru dalam bahasa Likaonia. Mereka berkata, “Dewa-dewa telah turun di tengah-tengah kita dalam bentuk manusia!” 12 Orang-orang mulai menyebut Barnabas sebagai dewa Zeus, dan Paulus sebagai dewa Hermes,[b] karena ialah pembicara utama. 13 Kuil Zeus ada di dekat kota. Imam dari kuil itu membawa lembu-lembu jantan dan rangkaian bunga ke pintu gerbang kota. Ia dan orang-orang mau mempersembahkan korban kepada Paulus dan Barnabas.

14 Tetapi ketika Barnabas dan Paulus mengerti apa yang sedang dilakukan orang-orang itu, mereka berdua menjadi marah dan merobek-robek pakaiannya.[c] Lalu mereka berlari ke tengah-tengah orang-orang itu dan berseru, 15 “Hai, kalian semua, mengapa kamu lakukan hal ini? Kami bukan dewa tetapi manusia biasa sama seperti kalian. Kami datang untuk memberitakan Kabar Baik. Kami ingin mengatakan kepadamu agar berhenti melakukan hal-hal yang tidak berharga ini. Kembalilah kepada Allah yang hidup, Dialah yang menciptakan langit, bumi, laut dan semua yang ada di dalamnya.

16 Pada masa lalu Allah membiarkan setiap bangsa berbuat apa saja yang mereka inginkan. 17 Tetapi Allah selalu ada di sana melakukan semua kebaikan untuk membuktikan bahwa Ia nyata. Ia memberikan hujan dari langit dan panen yang baik pada musimnya. Ia memberikan banyak makanan dan memenuhi hatimu dengan sukacita.”

18 Walaupun Paulus dan Barnabas sudah mengatakan semua ini, mereka mengalami kesulitan menghentikan orang banyak itu untuk tidak persembahkan korban kepada mereka.

19 Kemudian beberapa orang Yahudi yang menyebabkan masalah terhadap Paulus di Antiokhia dan Ikonium datang ke Listra. Mereka membujuk orang-orang untuk menentang Paulus. Maka mereka melempari Paulus dengan batu sampai mereka berpikir ia sudah mati. Lalu mereka menyeretnya ke luar kota. 20 Tetapi ketika pengikut Yesus berkumpul mengelilingi Paulus, ia berdiri dan masuk kembali ke kota. Keesokan harinya, ia dan Barnabas berangkat ke kota Derbe.

Kembali ke kota Antiokhia di provinsi Siria

21 Mereka juga memberitakan Kabar Baik di kota Derbe dan banyak orang menjadi pengikut Yesus. Lalu Paulus dan Barnabas kembali ke kota Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di kota-kota itu, mereka menolong orang percaya bertumbuh kuat dalam imannya dan mendorong mereka untuk terus percaya kepada Allah. Mereka berkata, “Kita harus melalui banyak penderitaan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 23 Paulus dan Barnabas memilih penatua-penatua untuk setiap gereja. Mereka juga berpuasa dan berdoa untuk mereka semua. Orang-orang ini telah percaya kepada Tuhan Yesus, jadi Paulus dan Barnabas meninggalkan mereka dalam pemeliharaan-Nya.

24 Paulus dan Barnabas menjelajah sepanjang daerah Pisidia dan tiba di negeri Pamfilia. 25 Mereka memberitakan firman Allah di kota Perga dan kemudian mereka turun ke kota Atalia. 26 Dari situ mereka berlayar ke kota Antiokhia. Inilah kota di mana orang percaya menyerahkan Paulus dan Barnabas dalam pemeliharaan Allah dan mengutus mereka untuk melakukan tugas ini. Dan sekarang mereka telah berhasil menyelesaikan tugas tersebut.

27 Ketika Paulus dan Barnabas tiba di kota Antiokhia, mereka mengumpulkan semua jemaat. Mereka menceritakan kepada orang-orang tentang semua hal yang dilakukan Allah melalui mereka. Mereka berkata, “Allah telah membuka pintu bagi orang-orang bukan Yahudi untuk percaya!” 28 Paulus dan Barnabas menetap lama sekali di kota itu bersama pengikut Tuhan.

Pertemuan di Yerusalem

15 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mulai mengajar orang percaya di sana, “Kamu tidak bisa diselamatkan kalau kamu tidak disunat[d] menurut tradisi yang diajarkan oleh Musa.” Tetapi Paulus dan Barnabas menentang ajaran tersebut dan membantah pendapat mereka. Akhirnya, orang percaya yang ada di sana memutuskan untuk mengutus Paulus, Barnabas dan beberapa orang lain ke Yerusalem untuk membicarakan masalah tersebut dengan para rasul dan penatua-penatua.

Gereja mengutus mereka pergi ke Yerusalem. Mereka berangkat melalui daerah Fenisia dan Samaria. Di kota-kota itu, Paulus dan Barnabas membagikan berita tentang pertobatan orang-orang bukan Yahudi. Mendengar hal itu semua saudara-saudara seiman yang tinggal di daerah itu sangat bersukacita. Sesampainya di Yerusalem, mereka disambut oleh gereja, para rasul dan penatua-penatua. Mereka juga melaporkan tentang semua hal yang dilakukan Allah melalui mereka. Tetapi beberapa orang percaya di Yerusalem, yang dulunya berasal dari golongan Farisi, berdiri dan berkata, “Orang percaya bukan Yahudi perlu disunat dan mereka harus diajar untuk menaati hukum Taurat Musa!”

Lalu para rasul dan penatua berunding untuk membicarakan hal itu. Setelah perdebatan yang panjang, Petrus berdiri dan berkata kepada mereka, “Saudara-saudaraku, aku yakin kamu tahu bahwa Allah telah memilih aku dari antara kamu untuk memberitakan Kabar Baik supaya orang bukan Yahudi dapat mendengarnya dan menjadi percaya. Allah mengenal hati manusia dan menerima orang bukan Yahudi. Ia menunjukkan ini dengan memberikan Roh Kudus kepada mereka sama seperti yang Ia perbuat pada kita. Bagi Allah, mereka tidak ada bedanya dengan kita. Ketika mereka percaya, Allah menyucikan hati mereka. 10 Jadi sekarang, mengapa kamu mencobai Allah dengan membuat beban[e] yang berat kepada mereka? Bukankah kita sendiri maupun leluhur kita tidak sanggup memikul beban itu? 11 Tidak, kita percaya bahwa kita dan mereka hanya diselamatkan oleh anugerah Tuhan Yesus.”

12 Seluruh kelompok di situ terdiam. Mereka mendengar selagi Paulus dan Barnabas menceritakan tentang semua mujizat dan keajaiban yang Allah perbuat melalui orang bukan Yahudi. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, Yakobus berkata, “Saudara-saudara, dengarkanlah aku! 14 Simon Petrus telah menunjukkan bagaimana pada awalnya Allah menunjukkan perhatian-Nya pada orang bukan Yahudi. Ia melakukan ini dengan menerima mereka dan membuat mereka umat-Nya. 15 Hal ini sesuai dengan perkataan para nabi, seperti yang telah tertulis:

16 ‘Setelah ini, Aku akan kembali.
    Aku akan membangun kembali rumah Daud.
    Rumah itu sudah ambruk.
Aku akan membangun kembali runtuhannya.
    Aku akan membuat rumahnya baru.
17 Maka seluruh dunia,
    orang-orang yang telah Kupilih dari berbagai bangsa,
    akan mau mengikuti Aku, Tuhan.
Inilah yang dikatakan Tuhan,
    dan Dialah yang melakukan semuanya ini.’(A)
18     ‘Semua ini telah diketahui sejak permulaan jaman.’[f]

19 Jadi, menurutku kita seharusnya tidak menyusahkan mereka yang telah berbalik kepada Allah dari antara orang bukan Yahudi. 20 Sebaliknya, kita perlu menulis surat yang memberitahukan mereka tentang hal-hal yang tidak boleh mereka lakukan, yaitu:

Jangan makan makanan yang telah diberikan kepada berhala. Ini membuat makanan najis.

Jangan melakukan dosa percabulan.

Jangan makan daging binatang yang mati dicekik atau daging yang masih ada darahnya.

21 Mereka tidak boleh melakukan hal ini, karena masih ada orang-orang yang mengajarkan hukum Taurat Musa di setiap kota. Dan Hukum Musa sudah dibacakan di rumah-rumah ibadah kita setiap hari Sabat selama bertahun-tahun.”

Surat kepada orang percaya bukan Yahudi

22 Kemudian para rasul, penatua dan seluruh gereja memutuskan untuk mengutus beberapa orang dari mereka ke Antiokhia bersama Paulus dan Barnabas. Mereka memilih Yudas, yang juga disebut Barnabas dan Silas. Keduanya adalah pemimpin yang dihormati di antara orang percaya. 23 Mereka mengirim surat ini bersama orang-orang tersebut. Surat itu berbunyi:

Dari rasul-rasul dan penatua-penatua, saudara-saudara seimanmu.

Kepada semua saudara seiman bukan Yahudi di kota Antiokhia, di provinsi Siria dan wilayah Kilikia.

Saudara-saudari yang terkasih,

24 Kami telah mendengar bahwa beberapa orang dari kelompok kami mendatangimu. Mereka mengatakan hal-hal yang membingungkan dan menyusahkanmu, padahal kami tidak menyuruh mereka untuk melakukannya. 25 Sebab itu, kami semua sepakat untuk memilih beberapa orang dan mengutus mereka kepadamu. Mereka akan bersama-sama dengan saudara-saudara kita yang terkasih, Barnabas dan Paulus. 26 Kedua orang ini telah mengorbankan hidup mereka untuk melayani Tuhan kita, Yesus Kristus. 27 Jadi, kami telah mengutus Yudas dan Silas bersama mereka untuk memberitahukan hal-hal yang sama kepadamu seperti yang tertulis dalam surat ini. 28 Kami setuju dengan Roh Kudus bahwa kalian tidak perlu dibebani lebih banyak daripada yang seharusnya, kecuali untuk hal-hal yang perlu ini, yaitu:

29 Jangan makan makanan yang telah diberikan kepada berhala.

Jangan makan daging binatang yang mati dicekik atau daging yang masih ada darahnya.

Jangan lakukan dosa percabulan.

Jika kamu menghindari hal-hal ini, kamu akan baik. Sekian dari kami.

30 Lalu Paulus, Barnabas, Yudas dan Silas meninggalkan Yerusalem dan pergi ke kota Antiokhia. Di sana mereka mengumpulkan orang percaya dan menyampaikan surat tersebut. 31 Ketika orang percaya membacanya, mereka semua bersukacita sebab isi surat itu menghibur mereka. 32 Yudas dan Silas, yang juga adalah nabi, menyampaikan banyak hal untuk memberi semangat dan menguatkan keyakinan orang percaya di sana. 33 Setelah Yudas dan Silas tinggal di sana beberapa lama, mereka kembali ke Yerusalem kepada gereja yang mengutus mereka. Mereka pulang dengan berkat damai dari orang-orang percaya. [34 Tetapi Silas memutuskan untuk tetap tinggal di sana.][g]

35 Namun, Paulus dan Barnabas tinggal di kota Antiokhia. Keduanya dan banyak orang lainnya mengajar orang lain Kabar Baik tentang Tuhan.

Paulus dan Barnabas berpisah

36 Selang beberapa waktu, Paulus berkata kepada Barnabas, “Mari kita pergi kembali ke berbagai kota di mana kita sudah memberitakan kabar Tuhan. Kita mengunjungi mereka untuk melihat kembali keadaan mereka.”

37 Barnabas ingin mengajak Yohanes, yang dipanggil Markus untuk ikut bersama dengan mereka. 38 Tetapi pada perjalanan pertama mereka, Yohanes Markus meninggalkan mereka di Pamfilia sebelum pekerjaan pelayanan selesai. Paulus merasa sebaiknya mereka tidak membawa dia kali ini. 39 Maka terjadilah perselisihan yang tajam antara Paulus dan Barnabas sehingga akhirnya mereka berpisah. Barnabas memutuskan untuk tetap mengajak Markus pergi ke pulau Siprus.

40 Paulus memilih Silas untuk pergi bersamanya. Setelah orang percaya di kota Antiokhia menyerahkan Paulus ke dalam pemeliharaan Tuhan, Paulus pun berangkat. 41 Paulus dan Silas menjelajahi daerah Siria dan Kilikia, menolong jemaat-jemaat bertumbuh lebih kuat.

Alkitab Mudah Dibaca (AMD)

Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca @ 2021 Bible League International