Print Page Options
Previous Prev Day Next DayNext

Beginning

Read the Bible from start to finish, from Genesis to Revelation.
Duration: 365 days
Alkitab Mudah Dibaca (AMD)
Version
Markus 12-13

Yesus menceritakan perumpamaan tentang kebun anggur

(Mat 21:33-46; Luk 20:9-19)

12 Yesus memakai perumpamaan untuk mengajar orang banyak. Ia berkata kepada mereka, “Ada seorang yang mulai berkebun anggur. Ia membangun pagar di sekeliling kebun itu, menggali lubang tempat pemerasan anggur dan membangun menara. Ia membuat perjanjian dengan beberapa petani untuk mengerjakan kebun itu. Mereka mendapat bagian dari hasil anggur.

Ketika musim panen tiba, ia menyuruh pembantunya pergi kepada petani-petani itu untuk mengambil bagiannya dari hasil kebun anggur. Tetapi para petani itu menangkap pembantu tersebut dan memukulinya. Mereka mengusir pembantu itu dan tidak memberikan apa-apa kepadanya. Kemudian pemilik kebun itu menyuruh pembantu lain untuk menemui mereka. Mereka perlakukan pembantu itu tanpa rasa hormat dan memukul kepalanya. Maka pemilik itu pun menyuruh pembantu lain lagi. Petani-petani itu membunuh dia. Lalu si pemilik mengirim lebih banyak pembantu untuk menemui petani-petani itu. Tetapi sebagian darinya dipukuli dan lainnya dibunuh.

Pemilik itu hanya memiliki satu orang lagi yang dapat dikirim untuk menemui mereka. Itu adalah anaknya sendiri, yang sangat dikasihi. Jadi, ia mengutusnya, pikirnya, ‘Mereka pasti akan menghormati anakku.’

Tetapi para petani mempunyai rencana sendiri, ‘Orang ini adalah pewarisnya. Mari kita bunuh dia supaya kebun ini menjadi milik kita.’ Lalu mereka menangkap anak itu, membunuh dia, dan membuang mayatnya keluar dari kebun anggur itu.

Jadi, apa yang akan dilakukan pemilik kebun anggur itu? Ia akan datang dan membunuh petani-petani itu dan menempatkan orang lain untuk mengurus kebun anggur itu. 10 Kamu tentu sudah membaca bagian ini dalam Kitab Suci:

‘Batu yang dibuang oleh tukang bangunan,
    telah menjadi batu penjuru.
11 Tuhan membuat hal ini,
    dan ini sungguh ajaib bagi kita.’”(A)

12 Ketika para pemimpin Yahudi mendengar perumpamaan ini, mereka tahu bahwa itu adalah tentang mereka. Mereka ingin mencari jalan untuk menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak. Jadi, mereka pergi meninggalkan-Nya.

Para pemimpin berusaha menjebak Yesus

(Mat 22:15-22; Luk 20:20-26)

13 Kemudian para pemimpin Yahudi menyuruh beberapa orang Farisi dan orang-orang dari kelompok Herodian menemui Yesus. Mereka ingin menjebak Dia dengan perkataan-Nya sendiri. 14 Mereka berkata kepada-Nya, “Guru, kami tahu Engkau adalah seorang jujur dan tidak peduli terhadap pendapat orang lain. Engkau tidak memandang kedudukan seseorang, tetapi mengajarkan jalan Tuhan dalam kebenaran. Katakanlah kepada kami, apakah benar untuk membayar pajak kepada Kaisar? Haruskah kami bayar atau tidak?”

15 Yesus tahu bahwa mereka ingin menjebak-Nya. Ia bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu berusaha menjebak Aku dengan perkataan-Ku sendiri? Berikan uang logam[a] kepada-Ku. Biarlah Aku lihat.” 16 Jadi, mereka berikan sekeping uang logam kepada Yesus. Lalu Ia bertanya, “Gambar dan nama siapakah yang ada pada uang logam ini?” Mereka pun menjawab, “Gambar dan tulisan Kaisar.”

17 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar, dan berikanlah kepada Allah apa yang menjadi milik Allah.” Mereka sungguh terheran atas jawaban itu.

Beberapa orang Saduki berusaha menjebak Yesus

(Mat 22:23-33; Luk 20:27-40)

18 Kemudian beberapa orang Saduki (mereka tidak percaya bahwa orang akan bangkit dari kematian) bertanya kepada Yesus, 19 “Guru, Musa menulis bahwa jika ada seorang laki-laki yang meninggal tanpa mempunyai anak, saudara dari orang itu harus mengambil jandanya sebagai istri supaya ia meneruskan keturunan bagi saudaranya.[b] 20 Ada tujuh orang bersaudara. Saudara yang pertama menikah, tetapi ia meninggal tanpa mempunyai anak. 21 Jadi, saudara yang kedua menikahi perempuan itu, tetapi ia juga meninggal tanpa mempunyai anak. Hal yang sama terjadi pada saudara yang ketiga. 22 Ketujuh saudara itu menikahi perempuan itu, tetapi mereka semua meninggal tanpa mempunyai anak dengannya. Akhirnya perempuan itu pun meninggal juga. 23 Ketujuh bersaudara itu telah kawin dengan perempuan itu. Jadi, pada saat orang-orang mati dibangkitkan,[c] istri siapakah perempuan itu?”

24 Yesus menjawab, “Pikiranmu sesat karena kalian tidak mengerti apa yang dikatakan Kitab Suci. Dan kalian tidak mengenal kuasa Allah! 25 Ketika orang-orang bangkit dari kematian, mereka tidak menikah atau dinikahkan. Semua orang akan seperti para malaikat di surga. 26 Tentu saja kamu telah membaca apa yang dikatakan Allah tentang orang-orang yang bangkit dari kematian. Kitab Musa menuliskan tentang semak yang terbakar[d] itu, dan Allah berfirman kepada Musa, ‘Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.’(B) 27 Ia bukanlah Allah orang mati, tetapi Allah orang yang hidup. Kalian benar-benar sesat!”

Perintah manakah yang terpenting?

(Mat 22:34-40; Luk 10:25-28)

28 Salah seorang dari guru Taurat mendatangi Yesus. Ia mendengar Yesus berdebat dengan orang Saduki dan Farisi. Ia melihat bahwa Yesus menjawab mereka dengan baik, maka ia bertanya kepada-Nya, “Dari semua perintah Allah, manakah yang terpenting?”

29 Yesus menjawab, “Perintah yang terpenting adalah: ‘Dengarkanlah, hai orang-orang Israel! Tuhan Allah kita itu Esa. 30 Kasihilah Tuhan Allahmu dengan seluruh hatimu, dengan seluruh jiwamu, dengan seluruh pikiranmu dan dengan seluruh kekuatanmu.’(C) 31 Perintah terpenting yang kedua adalah: ‘Kasihilah tetanggamu[e] seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’(D) Kedua perintah ini adalah perintah yang terpenting.”

32 Lalu guru Taurat itu berkata kepada Yesus, “Engkau benar, Guru. Engkau dengan benar bilang bahwa hanya ada satu Allah dan tidak ada allah lain kecuali Dia. 33 Dan kasihilah Allah dengan seluruh hati, dengan seluruh pikiran dan dengan seluruh kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Perintah-perintah ini adalah lebih penting daripada semua korban bakaran dan korban-korban yang kita berikan kepada Allah.”

34 Yesus melihat bahwa orang itu menjawab-Nya dengan bijaksana. Ia berkata kepadanya, “Engkau sudah dekat dengan Kerajaan Allah.” Dan setelah itu, tidak ada seorang pun yang berani bertanya kepada-Nya.

Apakah Kristus adalah anak Daud?

(Mat 22:41-46; Luk 20:41-44)

35 Yesus mengajar di pelataran Bait Allah. Ia bertanya, “Mengapa guru-guru Taurat mengatakan bahwa Mesias yang dijanjikan adalah anak Daud? 36 Dengan pertolongan Roh Kudus, Daud sendiri mengatakan:

‘Tuhan Allah berkata kepada Tuhanku:
Duduklah di sebelah kanan-Ku,
    dan Aku akan menempatkan musuh-musuh-Mu di bawah kuasa-Mu.’(E)

37 Daud menyebut Kristus sebagai ‘Tuhan’, jadi bagaimana mungkin Kristus adalah anak Daud?”

Dan orang banyak senang mendengarkan Yesus.

Yesus mengecam guru Taurat

(Mat 23:6-7; Luk 11:43; 20:45-47)

38 Yesus melanjutkan pengajaran-Nya, Ia berkata, “Hati-hatilah terhadap guru-guru Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan jubah panjang dan senang dihormati orang di pasar. 39 Mereka suka duduk di tempat-tempat terhormat di rumah ibadah dan di tempat-tempat kehormatan di pesta-pesta. 40 Mereka menipu para janda dan merampas rumah mereka. Lalu mereka berusaha terlihat baik dengan memanjatkan doa yang panjang-panjang. Allah akan menghukum mereka dengan berat.”

Seorang janda menunjukkan persembahan yang benar

(Luk 22:1-4)

41 Yesus duduk di dekat kotak persembahan di Bait Allah dan mengamati bagaimana orang-orang memasukkan uang ke dalam kotak itu. Banyak orang kaya yang memasukkan uang dalam jumlah besar. 42 Kemudian seorang janda miskin memasukkan dua keping uang logam, yang nilainya hanya sebesar dua peser.[f]

43 Yesus memanggil pengikut-Nya dan berkata, “Janda miskin ini memasukkan hanya dua logam. Tetapi sesungguhnya, ia memberi lebih banyak daripada semua orang kaya. 44 Orang-orang itu memberikan persembahan dari kelebihannya, tetapi janda miskin itu memberikan semua uang yang dimilikinya. Semua uang yang ia perlukan untuk biaya hidupnya.”

Yesus memperingatkan tentang masa yang akan datang

(Mat 24:1-25; Luk 21:5-24)

13 Yesus meninggalkan pelataran Bait Allah. Seorang pengikut-Nya berkata kepada-Nya, “Guru, lihatlah! Batu-batu itu sungguh besar! Betapa indahnya bangunan-bangunan itu!”

Yesus berkata, “Apakah kamu melihat bangunan-bangunan yang besar ini? Semuanya akan dihancurkan. Setiap batu akan berserakan di mana-mana. Tidak ada satu pun yang akan tertinggal.”

Kemudian Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, di seberang Bait Suci. Di sana Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya kepada-Nya, “Beritahukanlah kepada kami, kapankah hal-hal ini akan terjadi? Dan tanda-tanda apakah yang menunjukkan kepada kami bahwa hal itu akan terjadi?”

Kata Yesus kepada mereka, “Berhati-hatilah! Jangan biarkan orang menyesatkan kamu. Banyak orang akan datang dan berpura-pura menjadi Aku. Mereka bilang, ‘Akulah Mesias,’[g] dan mereka akan menipu banyak orang. Kamu akan mendengar tentang peperangan sedang berlangsung atau kabar tentang perang yang baru mulai. Tetapi janganlah takut. Semua ini harus terjadi sebelum akhir dunia tiba. Bangsa-bangsa akan saling berperang, demikian juga kerajaan akan saling berperang. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat dan akan ada bencana kelaparan. Semua itu hanya merupakan tanda permulaan dari penderitaan yang akan terjadi.

Berhati-hatilah! Akan ada orang-orang yang akan menangkap dan mengadilimu karena kamu menjadi pengikut-Ku. Mereka akan menganiayai kamu di rumah-rumah ibadah mereka. Dan kamu akan dihadapkan di depan para raja dan gubernur untuk menjadi saksi-Ku. 10 Sebelum akhir dunia itu tiba, Kabar Baik harus diberitakan kepada semua bangsa. 11 Sekalipun kamu ditangkap dan dimasukkan ke penjara, janganlah khawatir tentang apa yang harus kamu katakan. Katakan saja apa yang diperintahkan Allah kepadamu waktu itu. Sebab bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Kudus.

12 Kakak beradik akan saling mengkhianati satu sama lainnya dan menyerahkan mereka untuk dibunuh. Ayah akan menyerahkan anak-anaknya untuk dibunuh, dan anak-anak akan melawan orang tuanya dan menyerahkan mereka untuk dibunuh. 13 Kamu akan dibenci semua orang karena nama-Ku, tetapi orang yang tetap bertahan sampai akhir akan diselamatkan.

14 Tetapi ketika kamu melihat ‘sesuatu yang mengerikan yang membawa kehancuran’[h] berdiri di tempat yang tidak seharusnya, kamu tahu sudah waktunya untuk melarikan diri. (Pembaca, aku percaya kamu tahu apa artinya.) Mereka semua yang ada di Yudea harus lari ke pegunungan. 15 Mereka harus terus berlari dan tidak boleh berhenti untuk apa pun. Jika seorang berada di atas atap rumahnya, janganlah ia masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil apa-apa. 16 Jika seorang ada di ladang, janganlah ia pulang untuk ambil pakaiannya.

17 Pada saat itu keadaan akan sangat menakutkan bagi perempuan yang hamil atau yang sedang menyusui. 18 Berdoalah agar hal-hal ini tidak akan terjadi pada musim dingin, 19 karena hari-hari itu akan begitu mengerikan. Ini belum pernah terjadi sejak dunia diciptakan oleh Allah. Dan ini tidak akan terjadi lagi. 20 Tetapi Tuhan telah memutuskan untuk mempersingkat hari-hari malapetaka itu. Karena kalau tidak dipersingkat, maka tidak ada seorang pun yang bertahan untuk hidup. Tetapi Tuhan akan mempersingkat waktunya untuk menolong orang-orang pilihan-Nya.

21 Orang mungkin berkata kepadamu, ‘Lihatlah, itu Mesias!’ Atau orang lain mungkin berkata, ‘Itulah Dia!’ Janganlah percaya kepada mereka. 22 Mesias-mesias dan nabi-nabi palsu akan datang dan membuat berbagai keajaiban dan mujizat untuk menipu orang-orang pilihan Allah, kalau hal itu mungkin. 23 Jadi, berhati-hatilah. Sekarang Aku memperingatkan kamu sebelum hal ini terjadi.

Waktu Yesus datang lagi

(Mat 24:29-51; Luk 21:25-28)

24 Pada hari-hari itu, setelah masa kesusahan,

‘Matahari akan menjadi gelap,
    dan bulan tidak akan bersinar.
25 Bintang-bintang akan jatuh dari langit,
    dan kekuatan hebat di langit akan terguncang.’[i]

26 Kemudian orang-orang akan melihat Anak Manusia datang di dalam awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. 27 Ia akan mengutus para malaikat-Nya ke seluruh bumi dan mereka akan mengumpulkan umat pilihan Tuhan dari seluruh penjuru bumi.

28 Pohon ara memberi kita suatu pelajaran: ketika dahan-dahannya menjadi hijau dan lunak, serta daun-daun baru mulai bertumbuh, maka kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. 29 Demikian juga, saat kamu melihat semuanya ini terjadi, kamu akan tahu bahwa waktunya[j] sudah sangat dekat, bahkan sudah tiba. 30 Sesungguhnya, semua hal ini akan terjadi pada saat orang-orang ini masih hidup. 31 Langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku akan tetap selamanya.

32 Tidak ada seorang pun yang tahu kapan harinya atau waktunya. Para malaikat di surga pun tidak tahu, bahkan Sang Anak juga tidak tahu kapan hari atau waktunya akan tiba. Hanya Bapa yang mengetahuinya. 33 Berhati-hatilah! Bersiap-siaplah selalu sebab kamu tidak akan tahu kapan waktunya akan tiba.

34 Ini sama seperti seorang yang bepergian dan meninggalkan rumahnya dalam penjagaan pembantunya. Ia memberikan tugas kepada masing-masing pembantu untuk dikerjakan. Ia memberikan perintah kepada penjaga pintu untuk selalu siap siaga. 35 Kamu harus selalu siap siaga. Kamu tidak tahu kapan pemilik rumah akan kembali. Ia mungkin datang di sore hari, tengah malam, pada waktu ayam berkokok, atau waktu matahari terbit. 36 Jika kamu selalu siap siaga, ia tidak akan menemukan kamu sedang tertidur, sekalipun jika ia datang lebih awal daripada yang diperkirakan. 37 Aku katakan ini kepadamu, dan Aku juga kepada semua orang: ‘Bersiap-siaplah!’”

Alkitab Mudah Dibaca (AMD)

Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca @ 2021 Bible League International